Minggu, 14 Juni 2020

Laporan Mata Kuliah Kewirausahaan "KISAH INSPIRATIF PENGUSAHA TOKO NIWIFELINT"

Laporan Mata Kuliah Kewirausahaan                                                     Medan,   Juni 2020

KISAH INSPIRATIF PENGUSAHA TOKO NIWIFELINT

 

Dosen Penanggungjawab:   

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

 

Disusun Oleh:

Niara Sari Sevania 

181201096

HUT 2A

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas Berkat dan Rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan laporan Kewirausahaan yang berjudul “Kisah Inspiratif Pengusaha Toko Niwifelint“ Laporan ini disusun untuk menambah informasi dan wawasan bagi pembaca khususnya tentang inspirasi dalam memulai usaha serta merupakan salah satu tugas dari matakuliah Kewirausahaan di Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara.

            Penulis mengucapkan terimakasih kepada bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si selaku dosen pengampu matakuliah Kewirausahaan dan para asisten yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan Laporan ini sehingga Laporan “Kisah Inspiratif Pengusaha Toko Niwifelint“ dapat selesai.

            Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna, baik dari segi teknik penyusunan maupun dari segi materi dan pembahasan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca laporan  ini  demi penyempurnaan paper ini. Penulis juga mengharapkan agar laporan ini bermanfaat bagi semua pembaca.

 

 

 

Medan,   Juni 2020

 

 

Penulis

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Biografi Narasumber

            Pemilik Toko Niwifelint ini ialah Asda Risma Sinabutar, seorang Ibu Rumah Tangga kelahiran 1968 dan memiliki empat orang anak. Beliau memulai usaha menjual pakaian sejak pindah bersama suaminya ke suatu desa yaitu Pondok Gelugur tempat dimana sang suami bekerja. Seorang perempuan dengan latar belakang pendidikan akademi keperawatan ini awalnya memulai usaha dengan membuka praktik pengobatan dikarenakan tidak adanya puskesmas di Desa Pondok Gelugur dan jauhnya menjangkau rumah sakit. Sang suami adalah seorang asisten disebuah perusahaan kebun sawit yang ada di Desa Pondok Gelugur, hal ini juga menjadikan Ibu Asda sebagai orang kepercayaan untuk menangani kecelakaan yang terjadi dilapangan. Praktik tersebut berjalan lancar para penduduk juga sangat ramah kepada mereka sebagai pendatang.

            Kedekatan beliau dengan penduduk setempat membuat cepat beradaptasi dengan daerah baru, bahkan beberapa penduduk bercerita tentang sulitnya membeli pakaian dengan kualitas baik. Hal ini memunculkan ide usaha baru bagi beliau, namun masalahnya adalah tidak adanya modal. Saat itu Bu Asda memberanikan diri mengajukan ide usahanya pada sang suami. Ide ini didukung oleh sang suami, mereka memulai bisnis dengan modal awal Rp. 2500000 Pakaian yang akan dijual dibeli langsung dari tanah abang dengan bantuan adik beliau yang ada di Jakarta, kemudian barang dikirimkan melalui bus.

            Beliau memulai berjualan baju di tahun 2008 saat itu ia menjual pakaian dengan cara pembeli datang kerumah untuk melihat baju dan sesekali beliau juga berjualan dengan sepeda motor kerumah-rumah penduduk. Beliau juga memberikan pilihan kepada pembeli dengan membayar langsung atau membayar dengan menyicil. Hingga akhirnya di tahun 2017 beliau pindah ke desa yang penduduknya lebih ramai lagi, desa itu tidak jauh dari Desa Pondok Gelugur, beliau sudah memiliki toko baju sendiri saat ini.

1.2  Profil dan Kegiatan Usaha

Toko Niwifelint beridiri pada tahun 2017, namun sudah memiliki beberapa pelangggan tetap hal ini dikarenakan usaha ini sudah dijalankan beberapa tahun sebelum toko Niwifelint berdiri. Nama Niwifelint sendiri adalah gabungan dari nama keempat anak pemilik toko yaitu Nia, Willy, Feby dan Glint. Usaha ini bergerak dibidang penjualan pakaian. Sampai saat ini kegiatan penjualan masih dilakukan dengan system pembayaran langsung maupun dengan menyicil, bahkan pemilik usaha juga masih mau sesekali berkeliling mengedarkan pakaian khususnya pada langganan di Desa Pondok Gelugur. Toko Niwifelint menjual pakaian wanita, pria, anak-anak, dan juga busana muslim.

Umumnya kualitas barang yang dijual adalah barang dengan mutu standar sampai kualitas sangat baik. Walaupun harga di toko tersebut menjadi relatif lebih mahal, tidak adanya keberagaman harga mulai dari yang murah sampai yang mahal, namun sang pemilik toko tetap optimis hal ini dikarenakan kepercayaan pelanggan adalah hal utama, dengan memberikan kualitas yang bagus maka pelanggan akan terus berbelanja di toko Niwifelint. Alasan lain juga dikarenakan pada toko ini pelanggan yang sudah dikenal baik dapat melakukan angsuran pada barang yang dibeli, maka akan tidak baik jika angsuran baru selesai tapi baju yang dibeli rusak.

Kegiatan yang dilakukan dalam usaha ini adalah penjualan pakaian perempuan, laki-laki, anak-anak, dan busana muslim. Namun baju yang paling cepat habis adalah pakaian tidur. Bagi masyarakat ditempat Bu Asda menjalankan bisnis, mereka lebih menyukai pakaian tidur karena simpel dan dapat dipakai kemana saja, seperti kepasar, maupun kegiatan lainnya. Toko niwifelint juga memberikan beberapa diskon untuk pelanggan tetap dan juga memberikan THR berupa baju gratis di hari raya pada pelanggan tetap.

 

BAB II

PRESTASI

 

2.1 Kesuksesan

Usaha yang awalnya tidak mempunyai lapak berjualan dan dilakukan dirumah dengan modal kecil dan tak jarang berjualan keliling dengan menggunakan sepeda motor ini telah memiliki toko sendiri dengan barang yang lebih lengkap. Pemilik usaha juga mendapat penghasilan yang semakin besar dari penjualan pakaian yang ia rintis sejak tahun 2008. Tak hanya itu pemilik bisnis juga sudah membuka lapangan pekerjaan untuk bekerja di toko Niwifelint. Pembeli juga datang dari berbagai desa tidak hanya desa sungai lala dan desa pondok gelugur saja. Toko Niwifelint juga mendapatkan kepercayaan dari beberapa pelanggan untuk melengkapi seragam kebutuhan organisasi maupun acara tertentu.

2.2 Tips dari Narasumber

            Milikilah pergaulan yang luas, jalin hubungan baik dengan setiap orang, dan peka terhadap masalah yang ada. Sering sekali masalah adalah jalan untuk menemukan inspirasi. Dalam memulai suatu usaha kita harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, milikilah sikap pantang menyerah, jangan pernah mengeluh, tanamkan keinginan bahwa dimana ada kemauan disitu ada jalan. Jangan takut karena tidak ada modal, takutlah ketika anda tidak ada inspirasi. Inspirasi dan sikap adalah modal yang sesungguhnya. Biaya untuk memulai usaha dapat dimulai dengan meminta bantuan pada keluarga atau pun orang yang dekat dengan kita. Sesuatu yang besar dimulai dari kecil. Jangan pernah gengsi untuk memulai sebuah usaha. Dalam memulai usaha juga perlu diperhatikan  perencanaan yang matang.

 

BAB III

STRATEGI

3.1 Kiat dan Teknik dalam Menjalankan Usaha

            Dalam menjalankan usaha yang paling utama adalah sikap.  Hal ini dikarenakan sikap yang akan mempengaruhi tindakan kita kedepannya dalam  menghadapi setiap tantangan dalam beriwirausaha. Harusnya kita memiliki sikap yang pantang menyerah dan selalu peka terhadap kondisi sekitar untuk membuka jendela inspirasi. Selain itu pelayanan yang baik akan berdampak baik pula pada usaha yang sedang di jalankan, jadikan customer service yang baik sebagai prioritas. Pantau terus customer service anda dan buat perubahan yang perlu dilakukan untuk memastikan pelayanan yang lebih unggul dari pada pesaing lain. Mengembangkan taknik pemasaran juga merupakan cara efektif untuk meningkatkan penjualan, misalnya seperti: membuat dan menggunakan paket promosi, melibatkan media online juga dapat membantu usaha anda. Anda juga bisa membuat situs web usaha anda, di sana anda dapat menjelaskan tentang usaha anda seperti: logo usaha, jenis produk dan layanan yang anda tawarkan ,informasi kontak dari nomor telpon akun sosial media ataupun alamat email sehingga pelanggan dapat menemukan alamat anda dengan mudah, serta cantumkan testimoni dari review produk dari pelanggan. Kiat selanjutnya efesiensikan pengeluaran anda dan  pantau seluruh pengeluaran anda. 

3.2 Strategi Usaha dalam Pandemi Covid-19

            Dalam  masa pandemi seperti sekarang ini menggunakan taknologi adalah cara terbaik untuk terus menjaga kesetabilan dalam penjualan seprti menggunakan media sosial sebagai jalan untuk mempromosikan usaha kita,dalam situasi seperti saat ini sebagian pengusaha juga ada yang terhmbat dalam  penagihan karena  tidak bisa nya bertatap muka secara langsung.maka penggunaan jurnal dan penghitungan yang tepat sangat mempengaruhi system pembukuan , serta mengirimkan pesankepada pelanggan melalui media juga dapat membantu kelancaran  dalam usaha.rencanakan ulang pendapat dan pangkas biyaya pengeluaran.

BAB III

                                                              PENUTUP                                 

 3.1 Kesimpulan

  • Hal yang paling utama dalam memulai sebuah usaha adalah memiliki sikap yang benar.
  • Milikilah pergaulan yang luas, jalin hubungan baik dengan setiap orang, dan peka terhadap      masalah yang ada. Sering sekali masalah adalah jalan untuk menemukan inspirasi.

  • Dalam memulai suatu usaha kita harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, milikilah sikap pantang menyerah, jangan pernah mengeluh, tanamkan keinginan bahwa dimana ada kemauan disitu ada jalan.
  • Peka terhadap kondisi disekitar untuk membuka inspirasi.
  • Jangan takut gagal, semua yang besar berawal dari yang kecil.

3.2 Saran

           Sebaiknya sebelum memulai suatu usaha milikilah sikap yang benar dan selalu semangat.

                        LAMPIRAN