Paper Bisnis Kehutanan Medan,
Maret 2021
PELUANG BISNIS BIOBRIKET LIMBAH HASIL HUTAN SEBAGAI SUMBER
ENERGI TERBARUKAN
Dosen Penanggung jawab:
Dr. Agus Purwoko,
S.Hut, M.Si
Disusun Oleh
:
Niara Sari Sevania Simarmata
181201096
MNH
6
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan Paper Bisnis
Kehutanan yang berjudul “Peluang Bisnis Biobriket Limbah Hasil Hutan Sebagai Sumber Energi Terbarukan”. Paper ini dibuat untuk memenuhi syarat dalam
tugas Bisnis Kehutanan bagi
mahasiswa Program Studi Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas
Sumatera Utara.
Penulis juga mengucapkan
terimakasih kepada Bapak Dr. Agus Purwoko,
S.Hut, M.Si selaku dosen penanggungjawab dalam Matakuliah
Bisnis Kehutanan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan paper ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan oleh penulis.
Semoga paper ini dapat bermanfaat kedepannya.
Medan,
Maret 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR
ISI ....................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang......................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah.................................................................................... 2
1.3
Tujuan....................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Biobriket................................................................................. 3
2.2 Manfaatn Biobriket.................................................................................. 4
2.3 Bahan Baku Biobriket.............................................................................. 4
2.4 Peluang
Bisnis Biobriket.......................................................................... 5
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan............................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Penggunaan energi di Indonesia masih di dominasi
oleh penggunaan energi tak terbarukan yang berasal dari fosil, khususnya minyak
bumi dan batu bara1 , namun seiring berjalannya waktu, ketersediaan energi
fosil semakin menipis dan untuk mengantisipasinya energi baru terbarukan (EBT)
merupakan alternatif terbaik . Penggunaan energi baru dan terbarukan harus
menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia tidak hanya sebagai upaya untuk
mengurangi pemakaian energi fosil melainkan juga untuk mewujudkan energi bersih
atau ramah lingkungan (Azhar, 2018).
Indonesia sesungguhnya memiliki potensi sumber
energi terbarukan dalam jumlah besar. Beberapa diantaranya bisa segera
diterapkan di tanah air, seperti: bioethanol sebagai pengganti bensin,
biodiesel untuk pengganti solar, tenaga panas bumi, mikrohidro, tenaga surya,
tenaga angin, bahkan sampah/limbah pun bisa digunakan untuk membangkitkan
listrik. Hampir semua sumber energi tersebut sudah dicoba diterapkan dalam
skala kecil di tanah air (Lubis, 2007)
Dengan semakin menipisnya cadangan atau sumber bahan
bakar fosil, manusia terdorong mencari dan mengembangkan sumber energi
alternatif pengganti bahan bakar dari fosil terutama sumber energi terbarukan. Sumber
energi ini juga diharapkan lebih ramah lingkungan dan tidak membahayakan
kehidupan manusia. Sebagai negara pertanian, Indonesia memiliki sumber energi
potensial yang dapat dikembangkan yaitu biomassa (Afrizal dan Didin, 2013)
Pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan perlu
dikembangkan mengingat peran dan harga BBM terus meningkat dan melambung tinggi
sebagai pengganti untuk penyedia energi yang berkesinambungan. Berbagai cara
yang dilakukan untuk mengetahui potensi sumber daya energi yang dapat
dikembangkan di Indonesia, salah satunya adalah dengan melakukan pendataan.
Berdasarkan data yang diperoleh dapat ditentukan langkah serta strategi dalam
pemanfaatan dan pengelolaan seluruh potensi sumber kekayaan alam terutama
sumber daya energi yang ada untuk penyediaan kebutuhan energi pada wilayah
tertentu dan jenis kegiatan, sehinggadapat ditetapkan strategi pemanfaatannya.
Penganekaragaman penggunaan energy dengan memanfaatkan sumber daya energi
setempat, diharapkan dapat mengurangiketergantungan pada sumber daya energi
minyak bumi, sehingga dalam pemanfaatandan pengelolaan sumber daya energi
minyak bumi harus benar-benar kepada yang membutuhkannya terutama yang menjadi
skala prioritas (Kholiq, 2015)
Salah satu energi terbarukan yang perlu mendapatkan
perhatian untuk dikembangkan adalah biomassa. Biomassa adalah suatu limbah
padat yang bisa dimanfaatkan lagi sebagai sumber bahan bakar. Biomassa meliputi
limbah kayu, limbah pertanian/perkebunan/hutan, komponen organik dari industri
dan rumah tangga. Biobriket merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar yang
dihasilkan dari bahan-bahan organik atau limbah pertanian (biomassa) yang
kurang termanfaatkan. Beberapa jenis limbah biomassa memiliki potensi yang
cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang
sawit, dan sampah kota. Potensi lain yang belum tergarap adalah limbah cangkang
kakao. Limbah-limbah tersebut apabila tidak dimanfaatkan maka akan menimbulkan
bau yang tidak sedap dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Teknologi
pembuatan biobriket telah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya dengan
mengkomposisi berbagai macam bahan baku yang berasal dari bahan-bahan organik
dan limbah pertanian (Munas et al.,
2012)
1.2
Rumusan Masalah
1)
Apa itu Biobriket?
2)
Apa manfaat
Biobriket?
3)
Apa saja bahan
baku untuk pembuatan Biobriket?
4)
Bagaimana peluang
bisnis biobriket?
1.3
Tujuan
1)
Untuk mengetahui
apa itu biobriket
2)
Untuk mengetahui
apa saja manfaat biobriket
3)
Untuk mengetahui
bahan baku prmbuatan biobriket
4)
Untuk mengetahui
peluang bisnis biobriket
BAB II
ISI
2.1 Pengertian
Bioriket
Biobriket adalah sebuah
balok bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar ataupun
sumber energi yang berasal dari makhluk hidup. Prinsip pengembangan bahan bakar
alternatif yang ditawarkan pada masyarakat harus murah, mudah dibuat, dan mudah
dicari sumber bahannya. Berdasarkan hal tersebut, briket arang merupakan salah
satu pilihan yang tepat sebagai alternatif pengganti BBM. Pembuatan briket
arang melalui beberapa proses antara lain: (a) proses karbonisasi, (b)
mencampur bahan perekat, dan (c) mencetak dan mengeringkan briket.
Briket adalah arang
dengan bentuk tertentu yang dibuat dengan teknik pengepresan tertentu dan
menggunakan bahan perekat tertentu sebagai bahan pengeras. Biobriket merupakan
bahan bakar briket yang dibuat dari arang biomassa hasil pertanian (bagian
tumbuhan), baik berupa bagian yang memang sengaja dijadikan bahan baku briket
maupun sisa atau limbah proses produksi/pengolahan agroindustri. Biomassa hasil
pertanian, khususnya limbah agroindustri merupakan bahan yang seringkali
dianggap kurang atau tidak bernilai ekonomis, sehingga murah dan bahkan pada
taraf tertentu merupakan sumber pencemaran bagi lingkungan. Dengan demikian
pemanfaatannya akan berdampak positif, baik bagi bisnis maupun bagi kualitas
lingkungan secara keseluruhan Biobriket yang berkualitas mempunyai ciri antara
lain tekstur halus, tidak mudah pecah, keras, aman bagi manusia dan lingkungan,
dan memiliki sifat-sifat penyalaan yang baik. Sifat penyalaan ini diantaranya
mudah menyala, waktu nyala cukup lama, tidak menimbulkan jelaga, asap sedikit
dan cepat hilang serta nilai kalor yang cukup tinggi.
Secara umum teknik
pembuatan biobriket tidak terdapat perbedaan yang berarti. Kalau pun ada
perbedaan, hanya menyangkut komposisi bahan penunjang, seperti tanah liat (clay), lem kanji, air, dan bahan
pencampur lainnya. Komposisi bahan tersebut sangat tergantung dari jenis bahan
baku untuk pembuatan biobriket. Untuk membuat biobriket, seperti sekam (limbah
penggilingan padi), harus dibakar terlebih dahulu menjadi arang. Proses pembakaran
bahan baku menjadi arang umumnya dilakukan secara tidak langsung (bahan tidak
langsung bersentuhan dengan nyala api). Bahan baku seperti sekam dimasukkan ke
dalam cerobong yang di dalamnya terdapat bara api. Api dalam cerobong akan
menyala dan merambat membakar sekam di sekitarnya. Pembakaran berlangsung tanpa
menimbulkan nyala api sehingga akan terbentuk arang
2.2 Manfaat Biobriket
Biobriket dapat
dimanfaatkan sebagai sumber energy terbarukan. Keuntungan lain penggunaan
biobriket adalah kandungan gas buang
hasil pembakaran relatif lebih aman dibandingkan briket batubara. Tidak hanya
itu biobriket juga dapat dimodifikasi dengan berbagai kreatifitas. Biobriket
sebagai sumber energy terbarukan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,
contoh sederhananya adalah bahan bakar untuk memasak didapur. Sejak dulu
masyarakat sudah ada yang memasak menggunakan kayu namun penggunaan kayu
dianggap kurang efisien karena tidak praktis dan menyebabkan bekas hitam pada
alat masak.
Hal ini dapat menjadi
latar belakang untuk mengajak masyarakat kembali menggunakan bahan bakar baru dan terbarukan dengan menggunakan
biobriket yang dikemas sedemikian rupa dan lebih efektif serta ramah
lingkungan. Biobriket juga dapat diubah menjadi sumber energy listrik dengan
kalor yang dimilikinya. Beberapa penelitian mengatakan bahwa biobriket sudah
dapat digunakan sebagai penyimpan
2.3 Bahan Baku
Biobriket
Bahan baku untuk
pembuatan biobriket yang berasal dari berbagai kayu hutan, seperti kayu kempas
(Koompassia malaccensis maing),
meranti (Shorea spp) dan pulai (Alstonia spp). Hasil penelitian
membuktikan bahwa semua kayu dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk pembuatan
biobriket. Berdasarkan penelitian ini, biobriket yang berasal dari kayu kempas
disusul meranti dan pulai memiliki peningkatan kalor yang cukup tinggi. Selain
kayu, limbah pengolahan kelapa berupa tempurung juga dapat dibuat menjadi
biobriket.
Pembuatan biobriket
dari arang tempurung kelapa sawit yang merupakan produk samping proses
pirolisis pada produksi asap cair untuk industri karet alam. pendayagunaan
biomassa sebagai bahan bakar alternatif terutama dari limbah agroindustri terus
dikembangkan. Beberapa bahan baku lain yang sudah dibuat biobriket, khususnya
limbah agroindustri, antara lain adalah limbah bambu, tandan buah kosong kelapa
sawit, sekam padi, dan limbah batang tembakau.
Hasil hutan kayu banyak
meninggalkan limbah dalam pengelolaannya, limbah dari hasil hutan berupa kayu
dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biobriket dengan demikian akan menambahkan
nilai ekonomi hutan. Tidak hanya hasil hutan berupa kayu saja namun hasil hutan
non kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biobriket,
misalnya bambu. Sudah terdapat beberapa penelitian yang mangatakan bahwa bambu
memiliki nilai kalor yang cukup baik, hal ini memungkin untuk memanfaatkan
bambu sebagai bahan baku pembuatan biobriket.
Bahan baku pembuatan
biobriket juga dapat menggunakan tempurung kelapa. Selain tempurung kelapa,
limbah biomassa yang banyak dijumpai adalah limbah kayu baik berupa serbuk
gergaji, potongan-potongan dan ranting-ranting pepohonan. Serbuk kayu/gergaji
merupakan limbah dari industri penggergajian berupa butiran kayu, sedetan, dan
potongan - potongan kayu yang dihasilkan dari proses menggergaji.
2.4 Peluang Bisnis Biobriket
Berdasarkan
latar belakang dan manfaat dari biobriket maka dapat diketahui bahwa biobriket
memiliki peluang bisnis yang besar. Mengingat bahwa kesadaran masyarakat dunia
yang mulai sadar untuk kembali ke alam yaitu lebih memilih sumber energy
terbarukan dari pada energy yang tidak terbarukan maka biobriket menjadi
pilihan yang tepat. Saat ini produksi biobriket juga sudah mulai banyak
dilakukan, bahkan Indonesia sudah mengekspor keberbagai Negara asing namun
masih dalam bentuk balok briket. Apabila balok briket tersebut semakin
dikembangkan dan ditambahkan unsur seni bahkan menjadi sesuatu yang lebih lagi
misalnya kompor berbahan bakar briket maka akan memberikan peluang yang lebih
besar lagi untuk meningkatkan nilai tambah biobriket. Selain itu bahan baku
yang melimpah juga menjadi pendukung peluang bisnis biobriket..
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.
Biobriket adalah
sebuah balok bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar
ataupun sumber energi yang berasal dari makhluk hidup.
2.
Biobriket dapat
dimanfaatkan sebagai sumber energy terbarukan.
3.
Bahan baku untuk
pembuatan biobriket yang berasal dari berbagai kayu hutan, seperti kayu kempas
(Koompassia malaccensis maing),
meranti (Shorea spp) dan pulai (Alstonia spp), Bambu, Tempurung kelapa
dan limbah kelapa sawit.
4.
Biobriket
memiliki peluang bisnis yang tinggi karena sudah diminati pasar internasional
dan bahan baku yang melimpah
5.
Biobriket dapat
dimanfaatkan sebagai bahan bakar saat memasak dan sumber energy lainnnya
DAFTAR PUSTAKA
Afrizal
V dan Didin S. 2013. Penggunaan Biobriket Sebagai Bahan Bakar Alternatif Dalam Pengeringan
Karet Alam. Warta Perkaretan. 32 (2): 65-73
Azhar
M. 2018. Implementasi Kebijakan Energi Baru dan Energi Terbarukan Dalam Rangka
Ketahanan Energi Nasional. Adminitrative Law & Governance Journa. 1 (4)
Kholiq
I. 2015. Pemanfaatan Energi Alternatif Sebagai Energi Terbarukan Untuk
Mendukung Subtitusi BBM. Jurnal IPTEK. 19 (2)
Lubis
A. 2007. Energi terbarukan dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Teknik
Lingkungan. 8 (2): 155-162
Munas
M, Elmi S dan Sari E. 2012. Pembuatan Biobriket Dari Limbah Cangkang Kakao.
Jurnal Litbang Industri. 2 (1)
