Kamis, 07 Januari 2021

REVIEW JURNAL PENILAIAN HUTAN

 


Tugas Penilaian Hutan                                                                             Sei Lala,   Januari 2021

Review Jurnal “Jenis, Potensi dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan yang dimanfaatkan Masyarakat Sekitar Tahura Bukit Barisan (Studi Kasus: Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran)

 

Dosen Penanggungjawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si

 

Disusun Oleh :

Niara Sari Sevania Simarmata

181201096

MNH 5

 

 

 

 

 

 


 

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021

Review Jurnal

Judul

Jenis, Potensi dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan yang dimanfaatkan Masyarakat Sekitar Tahura Bukit Barisan (Studi Kasus: Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran)

Jurnal

-

Volume dan Halaman

-

Tahun

2012

Penulis

Dapot Parasian Siagian, Oding Affandi dan Liliek Asmono

Reviewer

Niara Sari Sevania Simarmata

Tanggal

3 Januari 2021

Latar Belakang

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka meningkat pula kebutuhan terhadap lahan untuk berbagai kepentingan. Hal ini juga yang terjadi di sekitar kawasan hutan Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan ini sangat tinggi, karena sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Dalam pengelolaan lahan pertaniannya mereka membutuhkan lahan. Sehingga kawasan hutan Tahura Bukit Barisan sangat rentan dari gangguan masyarakat sekitar. Karena pola pemanfaatan yang dilakukan selama ini bersifat ekstraktif (hanya mengambil) hasil hutan saja tanpa ada upaya budidaya. Hal ini merupakan yang menjadi alasan dari penelitian ini.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan potensi hasil hutan kayu atau non kayu yang dimanfaatkan oleh masyarakat yang berinteraksi dengan kawasan Tahura, kedua untuk mengetahui besaran nilai ekonomi setiap jenis hasil hutan yang dimanfaatkan dan ketiga untuk mengetahui besaran nilai persentase hasil hutan terhadap pendapatan masyarakat.

Subjek Penelitian

Akademisi dan masyarakat sekitar.

Metode Penelitian

Penelitian dilakukan April 2012 hingga Juli 2012 di dua desa sekitar kawasan Tahura Bukit Barisan Kabupaten Karo, Propinsi Sumatera Utara, yaitu: Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran. Alat dan bahan yang digunakan adalah: kamera digital, seperangkat komputer, kalkulator, kuisioner, alat tulis, matriks metodelogi penelitian dan data statistik Desa Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat.

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data: 1. Untuk hasil hutan yang belum dikenal harga pasarnya tetapi dapat ditukarkan atau dibandingkan dengan nilai barang dan jasa yang telah ada pasarnya, maka penilaian disatukan dengan metode relatif. Sedangkan untuk barang dan jasa hasil hutan yang belum dikenal pasarnya dan tidak termasuk dalam sistem pertukaran, maka penilaian dilakukan dengan metode biaya pengadaan, yaitu banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang dan jasa hutan tersebut. 2. Menghitung nilai rata-rata jumlah barang yang diambil setiap responden per jenis. 3. Menghitung nilai total pengambilan per unit barang per tahun TP = RJ x FP x JP 4. Menghitung nilai ekonomi barang hasil hutan per jenis barang setiap tahun NH = TP x HH 5. Mengitung persentase nilai ekonomi dengan cara: % NE = 𝑁𝐸𝑖 πœ€π‘πΈ X 100% 6. Menghitung pendapatan total, pendapatan dari dalam hutan dan luar hutan Menghitung tingkat kontribusi pemanfaatan hasil hutan. Kontribusi = Pendapatan dalam Hutan Pendapatan Total x 100%.

Dalam jurnal ini juga dijelaskan batasan dalam penelitian.

Hasil Penelitian

Hasil hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu bambu, keranjang bambu, humus, kayu bakar, tanaman hias, satwa, dan anakan pohon. Terdaapat tiga jenis bambu yang digunakan masyarakat beserta fungsinya yaitu Pemanfaatan jenis bambu petung adalah untuk tiang konstruksi rumah kasa, karena ukurannya lebih besar. Bambu Regen untuk bahan dasar pembuatan kerajinan keranjang sayur dan bahan konstruksi rumah kasa untuk tanaman hias oleh pengusaha tanaman hias. Pemanfaatan Bambu Tali di Desa Kuta Rayat adalah untuk acak-acak yaitu tiang penyangga tanaman pertanian seperti Tomat dan Cabai.

Untuk tanaman hias yang dimanfaatkan masyarakat yaitu anggrek dengan Harga per unit anggrek adalah Rp. 12.000, Kadaka sebagai tanaman hias untuk dijual dengan harga Rp. 20.000/pot. Tanaman Paku juga digunakan untuk tanaman hias dan media tanam anggrek dengan tujuan komersil. Adapun harga rata-rata tumbuhan paku adalah Rp. 15.000. Masyarakat juga memanfaatkan kantung semar dengan tujuan dijual dengan harga Rp. 12.000 per unitnya.

Untuk satwa masyarakat memanfaatkan kupu-kupu dengan harga Rp.50.000/ekor dan babi hutan Rp.120.000/ekor. Humus didapat dari serasa tumbuhan yang dapat dijual dengan kisaran harga Rp. 10.000-Rp. 15.000/kg. Masyarakat juga memanfaatkan anakan pohon yang didapan dari hasil budidaya maupun hutan. Untuk kayu bakar memiliki harga Rp. 8.000/ikat.

Kesimpulan

Jenis hasil hutan yang dimanfaatkan masyarakat Desa Dolat Rayat adalah: Tanaman Hias, Humus, Bambu, Keranjang Bambu, Satwa (Kupu-kupu) dan Anakan Pohon. Sedangkan jenis hasil hutan yang dimanfaatkan masyarakat Desa Kuta Rayat adalah: Humus, Bambu, Kayu Bakar dan Satwa (Babi Hutan). 2. Persentase nilai ekonomi hasil hutan terbesar di Desa Dolat Rayat adalah Keranjang Bambu yaitu sebesar 34.65% atau Rp. 51.170.000 dan persentase nilai ekonomi terkecil adalah Tumbuhan Paku yaitu: 1.17% atau Rp. 2.650.000 sedangkan nilai ekonomi hasil hutan terbesar di Desa Kuta Rayat adalah Bambu yaitu sebesar 60.17% atau Rp. 52.800.000 dan persentase nilai ekonomi terkecil adalah satwa (Babi Hutan) 3.6% atau Rp. 3.120.000. 3. Potensi terbesar yang berpotensi dikembangkan, dan memberi kontribusi nilai ekonomi yang besar adalah Kupu-kupu, hanya dengan total pengambilan 324 ekor pertahun kontribusi nilai ekonominya sebesar Rp. 16.200.000 atau 10.97% di Desa Dolat Rayat dan 8.2% dikedua Desa penelitian.

Kelebihan

Jurnal yang berjudul “Jenis, Potensi dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan yang dimanfaatkan Masyarakat Sekitar Tahura Bukit Barisan (Studi Kasus: Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran)” disajikan dengan sangat detail, dalam penulisannya juga memiliki latar belakang dan tujuan yang jelas. Penulis mempermudah pembaca dengan menyajikan tabel dan juga diagram untuk mengetahui dengan cepat hasil dari  penelitian. Penelitian yang dilakukan juga didukung dengan literatur yang ada maka dari itu jurnal ini cukup memberikan wawasan dan dapat digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan nilai ekonomi hasil hutan di Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran.

Kekurangan

Dalam jurnal ini tidak ada halaman yang mempermudah pembaca dalam mencari informasi dan juga tidak ada sumber penerbit jurnal begitupun dengan volume dan nomor jurnal, sehingga hasil penelitian ini sulit dicantumkan sebagai literatur dalam penelitian berikutnya.

 


Tugas Penilaian Hutan                                                                             Sei Lala, 3 Januari 2021

Review Jurnal “Jenis, Potensi dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan yang dimanfaatkan Masyarakat Sekitar Tahura Bukit Barisan (Studi Kasus: Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran)

 

Dosen Penanggungjawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si

 

Disusun Oleh :

Niara Sari Sevania Simarmata

181201096

MNH 5

 

 

 


 

 

 

 

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021

Review Jurnal

Judul

Jenis, Potensi dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan yang dimanfaatkan Masyarakat Sekitar Tahura Bukit Barisan (Studi Kasus: Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran)

Jurnal

-

Volume dan Halaman

-

Tahun

2012

Penulis

Dapot Parasian Siagian, Oding Affandi dan Liliek Asmono

Reviewer

Niara Sari Sevania Simarmata

Tanggal

3 Januari 2021

Latar Belakang

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka meningkat pula kebutuhan terhadap lahan untuk berbagai kepentingan. Hal ini juga yang terjadi di sekitar kawasan hutan Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan ini sangat tinggi, karena sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Dalam pengelolaan lahan pertaniannya mereka membutuhkan lahan. Sehingga kawasan hutan Tahura Bukit Barisan sangat rentan dari gangguan masyarakat sekitar. Karena pola pemanfaatan yang dilakukan selama ini bersifat ekstraktif (hanya mengambil) hasil hutan saja tanpa ada upaya budidaya. Hal ini merupakan yang menjadi alasan dari penelitian ini.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan potensi hasil hutan kayu atau non kayu yang dimanfaatkan oleh masyarakat yang berinteraksi dengan kawasan Tahura, kedua untuk mengetahui besaran nilai ekonomi setiap jenis hasil hutan yang dimanfaatkan dan ketiga untuk mengetahui besaran nilai persentase hasil hutan terhadap pendapatan masyarakat.

Subjek Penelitian

Akademisi dan masyarakat sekitar.

Metode Penelitian

Penelitian dilakukan April 2012 hingga Juli 2012 di dua desa sekitar kawasan Tahura Bukit Barisan Kabupaten Karo, Propinsi Sumatera Utara, yaitu: Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran. Alat dan bahan yang digunakan adalah: kamera digital, seperangkat komputer, kalkulator, kuisioner, alat tulis, matriks metodelogi penelitian dan data statistik Desa Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat.

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data: 1. Untuk hasil hutan yang belum dikenal harga pasarnya tetapi dapat ditukarkan atau dibandingkan dengan nilai barang dan jasa yang telah ada pasarnya, maka penilaian disatukan dengan metode relatif. Sedangkan untuk barang dan jasa hasil hutan yang belum dikenal pasarnya dan tidak termasuk dalam sistem pertukaran, maka penilaian dilakukan dengan metode biaya pengadaan, yaitu banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang dan jasa hutan tersebut. 2. Menghitung nilai rata-rata jumlah barang yang diambil setiap responden per jenis. 3. Menghitung nilai total pengambilan per unit barang per tahun TP = RJ x FP x JP 4. Menghitung nilai ekonomi barang hasil hutan per jenis barang setiap tahun NH = TP x HH 5. Mengitung persentase nilai ekonomi dengan cara: % NE = 𝑁𝐸𝑖 πœ€π‘πΈ X 100% 6. Menghitung pendapatan total, pendapatan dari dalam hutan dan luar hutan Menghitung tingkat kontribusi pemanfaatan hasil hutan. Kontribusi = Pendapatan dalam Hutan Pendapatan Total x 100%.

Dalam jurnal ini juga dijelaskan batasan dalam penelitian.

Hasil Penelitian

Hasil hutan yang dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu bambu, keranjang bambu, humus, kayu bakar, tanaman hias, satwa, dan anakan pohon. Terdaapat tiga jenis bambu yang digunakan masyarakat beserta fungsinya yaitu Pemanfaatan jenis bambu petung adalah untuk tiang konstruksi rumah kasa, karena ukurannya lebih besar. Bambu Regen untuk bahan dasar pembuatan kerajinan keranjang sayur dan bahan konstruksi rumah kasa untuk tanaman hias oleh pengusaha tanaman hias. Pemanfaatan Bambu Tali di Desa Kuta Rayat adalah untuk acak-acak yaitu tiang penyangga tanaman pertanian seperti Tomat dan Cabai.

Untuk tanaman hias yang dimanfaatkan masyarakat yaitu anggrek dengan Harga per unit anggrek adalah Rp. 12.000, Kadaka sebagai tanaman hias untuk dijual dengan harga Rp. 20.000/pot. Tanaman Paku juga digunakan untuk tanaman hias dan media tanam anggrek dengan tujuan komersil. Adapun harga rata-rata tumbuhan paku adalah Rp. 15.000. Masyarakat juga memanfaatkan kantung semar dengan tujuan dijual dengan harga Rp. 12.000 per unitnya.

Untuk satwa masyarakat memanfaatkan kupu-kupu dengan harga Rp.50.000/ekor dan babi hutan Rp.120.000/ekor. Humus didapat dari serasa tumbuhan yang dapat dijual dengan kisaran harga Rp. 10.000-Rp. 15.000/kg. Masyarakat juga memanfaatkan anakan pohon yang didapan dari hasil budidaya maupun hutan. Untuk kayu bakar memiliki harga Rp. 8.000/ikat.

Kesimpulan

Jenis hasil hutan yang dimanfaatkan masyarakat Desa Dolat Rayat adalah: Tanaman Hias, Humus, Bambu, Keranjang Bambu, Satwa (Kupu-kupu) dan Anakan Pohon. Sedangkan jenis hasil hutan yang dimanfaatkan masyarakat Desa Kuta Rayat adalah: Humus, Bambu, Kayu Bakar dan Satwa (Babi Hutan). 2. Persentase nilai ekonomi hasil hutan terbesar di Desa Dolat Rayat adalah Keranjang Bambu yaitu sebesar 34.65% atau Rp. 51.170.000 dan persentase nilai ekonomi terkecil adalah Tumbuhan Paku yaitu: 1.17% atau Rp. 2.650.000 sedangkan nilai ekonomi hasil hutan terbesar di Desa Kuta Rayat adalah Bambu yaitu sebesar 60.17% atau Rp. 52.800.000 dan persentase nilai ekonomi terkecil adalah satwa (Babi Hutan) 3.6% atau Rp. 3.120.000. 3. Potensi terbesar yang berpotensi dikembangkan, dan memberi kontribusi nilai ekonomi yang besar adalah Kupu-kupu, hanya dengan total pengambilan 324 ekor pertahun kontribusi nilai ekonominya sebesar Rp. 16.200.000 atau 10.97% di Desa Dolat Rayat dan 8.2% dikedua Desa penelitian.

Kelebihan

Jurnal yang berjudul “Jenis, Potensi dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan yang dimanfaatkan Masyarakat Sekitar Tahura Bukit Barisan (Studi Kasus: Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran)” disajikan dengan sangat detail, dalam penulisannya juga memiliki latar belakang dan tujuan yang jelas. Penulis mempermudah pembaca dengan menyajikan tabel dan juga diagram untuk mengetahui dengan cepat hasil dari  penelitian. Penelitian yang dilakukan juga didukung dengan literatur yang ada maka dari itu jurnal ini cukup memberikan wawasan dan dapat digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan nilai ekonomi hasil hutan di Desa Dolat Rayat Kecamatan Dolat Rayat dan Desa Kuta Rayat Kecamatan Naman Teran.

Kekurangan

Dalam jurnal ini tidak ada halaman yang mempermudah pembaca dalam mencari informasi dan juga tidak ada sumber penerbit jurnal begitupun dengan volume dan nomor jurnal, sehingga hasil penelitian ini sulit dicantumkan sebagai literatur dalam penelitian berikutnya.